Tuhan Menghilang

The Seventh Seal (1957) directed by Ingmar Bergman

Suatu ketika di pergantian malam menjadi pagi buta, Tuhan menghilang. 
Aku yang belum pula lelap, dengan terkantuk-kantuk mencari-Nya.
Tuhan tidak ada di balik kelambu, tidak pula di saku celana, tidak kutemukan di kolong ranjang.
Tuhan mau kemana pun tak bilang, tiba-tiba menghilang.
Besoknya, kutanyakan orang-orang, kemana perginya Tuhan?
Mereka bilang, “Tuhan ada di atas. Di Kerajaan Langit.”
Aku tidak tahu dimana letak tempat itu.
Mereka meneruskan lagi, “Tuhan benci, hamba-Nya banyak yang membelot.”
Aku bertanya pada mereka, “Membelot dari apakah para hamba itu?”
Mereka jawab dari Tuhan.
Aku tahu mereka sebenarnya tidak tahu dimana Tuhan.

Aku setapaki pula jalan-jalan, mencari, sebab Tuhan menghilang.
Tuhan? Ada dimana Engkau, Tuhan?
Aku bertanya lagi pada orang lain-lain, bergamis putih bertopi haji, kemana perginya Tuhan?
Mereka jawab, “Tuhannya orang apa?”
Kubilang Tuhan bukankah hanya yang itu-itu saja. Sama bagi orang mana-manapun?
Mereka jawab, “Tuhan yang mana? Tiada Tuhan selain Allah!”
Lantas dibuat bingung belaka aku, atas perkataan mereka yang saling bersebrangan itu.
Bukan Tuhan yang mana, Tuhan dimana?

Masih ada pula orang-orang yang belum sempat kutanyai, berseru-seru membela Tuhan.
Ah! Mungkin tahu mereka pada keberadaan Tuhan.
Kutanyakan, “Dimanakah Tuhan berada? Dia menghilang!”
Ternyata aku dimaki dan dihina. Dilempari kata-kata jahat serta ancam-ancam soal azab.
“Kamu pendosa! Tidak percaya Tuhan itu ada, ya!”
Tentu aku percaya Tuhan ada, untuk apa pula mencari sesuatu yang tak ada.
Yang hilang pernah ada, maka menghilang. Maka ingin aku menemukan.

Lelah menjalari pinggang dan setiap tulang, Tuhan masih menghilang.
Tidak ada guna bertanya kemari kesana pada banyak orang, mereka sama-sama linglung akibat hilangnya Tuhan.
Ketika itu, pergantian malam jadi pagi buta. Aku masih terkantuk-kantuk.
Mungkin Tuhan telah jatuh dari saku celanaku dulu.
Tuhan? Dimanakah Tuhan berada?

Pagi buta. Aku sendiri.
Menutup kelopak, memutar bola mata kedalam rongga kepala.
Mengatup mulut, berhenti bertanya.
Menyumbat kuping, kabur dari bising.
Tuhan ada. Disini.
Aku menghilang, sudah ditemukan-Nya.


Ciumbeulueit-Bandung, 2017




0 komentar:

Post a Comment